Internal audit banner

Tugas dan fungsi SKAI

Tugas dan Fungsi SKAI

Sesuai dengan Surat Keputusan Direksi BRI Nokep.5.18-DIR/CDS/05/2017 tanggal 23 Mei 2017 dan Surat Keputusan Direksi BRI Nokep: 5.129.e-DI9REN/08/2012 tanggal 21 Juli 2017 bahwa Satuan Kerja Audit Intern secara struktui at bei ada di bawah pengawasan Idngsung kepada Direktui Utama yang memiliki akses komunikasi (common/cation line) dengan Dewan Komisaris (dalam hal ini dengan Komite Audit) sehinggd dapat mendukung peldksanaan kegiatan audit dan konsultasi yang bersifat independen dan obyektif. SKAI dipimpin oleh Kepala Satuan Keija Audit Intei n setingkat Senior Executive Vice President (SEVP) yang bertanggungjawab langsung kepada Direktui Utama.

Struktur Organisasi SKAI BRI

Organisasi SKAI sebagaimana telah diatur dalam Surat Keputusan Direksi BRI Nokep: 5.129.e-DIR/REN/08/2012 tanggal 21 Juli 2017 bahwa Satuan Kerja Audit Intern secara sturktural berada di bawah pengawasan langsung kepada Direktur Utama yang memiliki akses komunikasi (communication line) dengan Dewan Komisaris (dalam hal ini dengan Komite Audit), sehingga dapat mendukung pelaksanaan kegiatan audit dan konsultasi yang bersifat independen dan obyektif.

SKAI BRI dipimpin oleh Kepala SKAI setingkat Senior Executive Vice President membawahi Audit di Kantor Pusat/ Kantor Cabang Khusus/Unit Kerja Luar Negeri dan Perusahaan Anak, Bidang Audit TSI, 19 (Sembilan Belas) Kantor Inspeksi, Audit Bidang Pengembangan Standar & Kualitas Audit (PSKA), dan Grup Spesial Investigasi.

Berikut adalah Struktur Organisasi Satuan Kerja Audit Intern:

Struktur Organisasi SKAI BRI

Struktur Organisasi SKAI

SKAI secara struktural terdiri dari Unit Kerja yang melaksanakan kegiatan audit dan Pengembangan Standar dan Kualitas Audit sebagai berikut:

  1. Unit Kerja yang melaksanakan kegiatan audit sebagai berikut:
    1. Kantor Inspeksi

      Melaksanakan seluruh kegiatan audit dan pemberian jdsa konsultasi sebagai strategic business partner dengan objek audit Kantor Wilayah, KantorCabang, Kantor Cabang Pembantu, Kantor Kas dan BRI Unit di wilayah kerjanya.

      Saat ini BRI memiliki 19 (sembilan belas) Kantor Inspeksi yang berdampingan dengan 19 Kantor Wilayah BRI. Keberadaan Kantor Inspeksi yang berdampingan dengan Kantor Wilayah merupakan salah satu strategi BRI agar peran SKAI sebagai Strategic Busines Partner dan fungsi assurance dapat lebih efektif dan efisien mengingat struktur organisasi, kewenangan, tugas dan tanggung jawab pengelolaan bisnis dan aset BRI terdesentralisasi.

      Pada organisasi Kantor Inspeksi BRI juga terdapat Resident Auditor (RA) yang ditempatkan di Kantor Cabang. Pada pelaksanaan fungsinya, Kantor Inspeksi melakukan audit terhadap Kantor Wilayah, Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, dan Kantor Kas (KK) setiap tahun, serta BRI Unit. Sedangkan RA melakukan kegiatan audit dan monitoring berkala secara berkesinambungan. RA terdiri dari RA Kantor Cabang dengan objek audit Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, dan Kantor Kas. Sedangkan RA Unit dengan objek audit BRI Unit.

      Penempatan RA diseluruh Unit Kerja diharpkan dapat berperan untuk memberikan deteksi dini atas peningkatan risiko di Unit Kerja Operasional. Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan audit yang dilakukan oleh Kanins dan RA, maka dalam menentukan ruang lingkup audit, Kanins memperhatikan ruang lingkup dan hasil audit, serta monitoring berkala dari RA Kanca dan RA Unit. Demikian sebaliknya. Sinergi dan komunikasi yang terbangun antar Kanins dan RA merupakan faktor utama dalam menciptakan efektivitas dan efisiensi pelaksandan audit.

    2. Audit Kantor Pusat / Kantor Cabang Khusus / Unit Kerja Luar Negri & Perusahaan Anak

      Melaksanakan seluruh kegiatan audit dan pemberian jasa konsultasi sebagai strategic business partner dengan objek audit Unit Kerja Kantor Pusat, Kantor Cabang Khusus, Unit Kerja Luar Negri, LJK Konglomerasi Keuangan BRI (Perusahaan Anak dan Perusahaan Terelasi), dan Perusahaan Anak diluar LJK Konglomerasi Keuangan BRI yang di miliki BRI lebih dari 50%.

      Auditor Kantor Pusat/ Kantor Cabang Khusus/ Unit Kerja Luar Negri dan Perusahaan Anak juga melaksanakan kaji ulang terhadap beberapa hal yang telah diatur oleh regulator diantaranya Manajemen Risiko, Strategi Anti Fraud, dan APU PPT.

    3. Bidang Audit TSI

      Melaksanakan kegiatan audit dan pemberian jasa konsultasi sebagai strategic business partner terhadap unit kerja yang terlibat dalam proses pengelolaan dan penggunaan TSI (meliputi proses pengembangan dan operasional aplikasi Core dan Non Core Banking; operasional infrastruktur TSI pada Data Center, Disaster Recovery Center & seluruh Unit Kerja; pengamanan informasi; aplikasi; infrastruktur TSI; strategi & kebijakan pengembangan TSI; manajemen risiko TI; penunjang TSI (pengelolaan aset & logistik, pengadaan barang dan jasa IT yang dilaksanakan oleh Kantor Pusat BRI) serta End User Computing).

    4. Grup Spesial Investigasi

      Melakukan investigasi atas indikasi fraud dan pengaduan whistleblowing system dengan kewenangan objek audit seluruh Unit Kerja BRI. Grup Spesial Investigasi berada di bawah Kepala Satuan Kerja Audit Intern dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Satuan Kerja Audit Intern.

  2. Bidang Pengembangan Standar & Kualitas Audit melakukan penyusunan visi, misi & strategi SKAI, pengelolaan sumber daya SKAI, penyusunan kebijakan & prosedur audit, pengelolaan sarana penunjang audit (Audit Tools), pengembangan kualitas audit, pengkajian dan perancangan software maupun hardware untuk menunjang pelaksanaan kegiatan audit. Berikut adalah posisi 19 (Sembilan belas) Kantor Inspeksi:

Piagam Internal Audit

Piagam Audit Intern (Internal Audit Charter) tertuang dalam Surat Keputusan Bersama Dewan Komisaris dan Direksi BRI Nokep: 08-KOM/BRI/08/2015; Nokep: S.17-DIR/AIN/08/2015 tanggal 11 Agustus 2015. Piagam Audit Intern disusun guna memberikan gambaran dan pedoman mengenai visi, misi, kedudukan, tugas dan tanggung jawab, wewenang, kode etik Auditor Intern, Independensi dan Objektivitas, dan ruang lingkup pekerjaan audit intern dalam organisasi.

Tugas dan Tanggung Jawab SKAI

SKAI bertanggungjawab melaksanakan kegiatan assurance dan konsultasi yang independen dan obyektif yang dirancang untuk memberikan nilai tambah serta meningkatkan kegiatan operasional. SKAI membantu organisasi untuk mencapai tujuannya, melalui suatu pendekatan yang sistematis dan teratur untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan risiko, pengendalian intern dan proses governance. Sebagaimana diatur dalam Piagam Audit Intern, tugas dan tanggung jawab SKAI mencakup :

  1. Membantu tugas Direktur Utama dan Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasan dengan cara menjabarkan secara operasional baik perencanaan, pelaksanaan maupun pemantauan hasil audit.
  2. Menyusun dan melaksanakan Perencanaan Audit Tahunan.
  3. Membuat analisis dan penilaian atas efisiensi dan efektivitas di bidang Keuangan, Akutansi, Operasional, Sumber Daya Manusia, Pemasaran, Teknologi Informasi dan kegiatan lainnya melalui pemeriksaan langsung dan pengawasan secara tidak langsung.
  4. Mengidentifikasi segala kemungkinan untuk memperbaiki dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dan dana.
  5. Memberikan saran perbaikan dan informasi yang obyektif tentang kegiatan yang diperiksa pada semua tingkatan manajemen.
  6. Memantau, menganalisis dan melaporkan pelaksanaan tindak lanjut perbaikan yang telah disarankan.
  7. Memberikan penilaian tingkat keyakinan kualitas pelaksanaan tugas atas proses manajemen resiko, sistem pengendalian intern dan tata kelola usaha telah dilaksanakan secara cukup dan efektif di seluruh Unit Kerja BRI.
  8. Melaksanakan audit di semua Unit Kerja BRI antara lain Kantor Pusat, Kantor Wilayah, Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, Kantor Kas, BRI Unit, Kantor Cabang Luar Negeri/Kantor Perwakilan Luar Negeri dan LJK Konglomerasi Keuangan BRI (Perusahaan Anak dan Perusahaan Terelasi) serta Perusahaan Anak diluar LJK Konglomerasi Keuangan BRI dimana kepemilikan saham oleh BRI lebih dari 50% secara independen, objektif dan profesional.
  9. Melakukan pemeriksaan khusus apabila diperlukan.
  10. Membuat laporan hasil audit dan menyampaikan laporan tersebut kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris
  11. Bekerjasama dengan Komite Audit dalam melakukan pengawasan dan memonitor pelaksanaan tindak lanjut perbaikan atas temuan SKAI
  12. Menyusun program untuk mengevaluasi mutu kegiatan SKAI

Tugas dan Tanggung Jawab Kepala SKAI

Kepala SKAI melaporkan kegiatan audit intern kepada Direktur Utama secara berkala. Sesuai Piagam Audit Intern, tugas dan tanggung jawab kepala SKAI antara lain:

  1. Mengelola SKAI secara efektif dan efisien untuk memastikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan telah memberikan nilai tambah bagi BRI.
  2. Mengkoordinasikan penyusunan dan penyempurnaan strategi SKAI untuk menjamin keselarasannya dengan visi, misi dan strategi BRI
  3. Mengarahkan dan mengkoordinasikan penyusunan Perencanaan Audit Tahunan sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan Audit Intern.
  4. Mengarahkan dan mengkoordinasikan pelaksanaan audit sehingga proses audit dilakukan secara independen, objektif dan profesional sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan.
  5. Mengarahkan dan mengkoordinasikan Organisasi Sumber Daya, Kebijakan dan Prosedur Audit untuk meningkatkan kualitas audit dan nilai tambah peran SKAI dalam organisasi.

Kode Etik Audit Intern BRI

SKAI BRI memiliki kode etik yang harus dipatuhi oleh Auditor Intern baik secara individu maupun kelompok dalam melaksanakan kegiatan audit untuk meningkatkan budaya etik dalam Profesi Audit Intern. Kode Etik Auditor BRI terdiri dari 4 prinsip yaitu :

  1. Integrity Principle

    Membangun kepercayaan yang menjadi dasar berpijak auditor intern yang profesional.

  2. Objectivity Principle

    Mempraktekkan perilaku objektif dalam mengumpulkan, mengevaluasi dan mengkomunikasikan informasi tentang aktifitas/kegiatan yang sedang diaudit

    Auditor Intern membuat penilaian secara bebas (independen) dan tidak terpengaruh oleh kepentingan sendiri atau pendapat orang lain dalam memberikan pendapat prefesionalnya.

  3. Confidentiality Principle

    Menghargai nilai dari informasi yang diterima dan kepemilikan informasi serta tidak membocorkan informasi yang diperoleh tanpa mendapat kuasa kecuali demi hukum atau profesi.

  4. Competency Principle

    Menggunakan ketrampilan, pengetahuan, keahlian dan pengalaman yang dimiliki dalam melaksanakan audit.

Komitmen Auditor Intern terhadap Kode Etik dinyatakan dengan menandatangani Deklarasi Kode Etik Audit Intern dan diperbaharui setiap tahun. Hal ini dilakukan agar setiap Auditor diingatkan kembali akan adanya Kode Etik yang harus dijunjung tinggi dan ditaati.

Independensi Audit Intern BRI

SKAI sebagai 3rd line of defense secara struktural telah independen terhadap fungsi 1st line of defense (Unit Kerja Operasional) dan fungsi 2nd libe of defense (Jajaran Manajemen Resiko, dan Jajaran Kepatuhan).

Kedudukan SKAI dalam perusahaan berada dibawah pengawasan langsung Direktur Utama, serta memiliki akses komunikasi (communication line) dengan Dewan Komisaris (dalam hal ini dengan Komite Audit), maka hal tersebut mendukung independensi & objektivitas pelaksanaan dan pelaporan audit, sehingga dapat mengungkapkan pandangan dan pemikirannya tanpa pengaruh ataupun tekanan dari manajemen ataupun pihak lain yang terkait dengan BRI. Komunikasi SKAI dengan Komite Audit adalah dalam bentuk koordinasi maupun penyampaian laporan hasil audit secara rutin. Untuk menjaga objektivitas Auditor Intern, dilakukan perubahan penugasan secara berkala.

Profil Ketua SKAI

Profil Ketua SKAI

Tri Wintarto
Senior Executive Vice President Satuan Kerja Audit Internal

Pengalaman Professional/Kerja:
• Pemimpin Cabang (1993-2009)
• Wakil Pemimpin Wilayah BRI Manado (2009-2010)
• Wakil Pemimpin Wilayah BRI Malang (2010-2011)
• Pemimpin Wilayah BRI Manado (2011-2012)
• Kepala Divisi Pembinaan Bisnis Mikro 1 (2012-2013)
• Kepala Divisi Pembinaan Bisnis Mikro 2 (2013-2014)
• Pemimpin Wilayah BRI Bandar Lampung (2014-2015)
• Pemimpin Wilayah BRI Bandung (2015)
• Kepala Divisi Bisnis Program (2016)
• Inspektur Kanins BRI Jakarta 3 (2016-2017)
• Inspektur Kanins BRI Jakarta 1 (2017)

Dan saat ini menjabat sebagai Senior Executive Vice President Satuan Kerja Audit Intern. Beliau pernah menjabat sebagai Komisaris PT Bringin Sejahtera Makmur (2013). Saat ini beliau aktif terlibat sebagai Ketua Umum Ikatan Auditor Intern Bank (IAIB) dan Ketua Yayasan Baitul Mal BRI (2013 - sekarang).

Pelatihan/Training yang diikuti
Aktif mengikuti berbagai pelatihan dan seminar diantaranya Pendidikan Sekolah dan Pimpinan Bank (Sespibank) di Jakarta - Switzerland (2016). The Victoria Indonesia Leadership Program (VILP) di Melbourne (2016). Pendidikan dan Uji Sertifikasi QIA di Jakarta (2017), dan BARA Risk Forum di Prague & Vienna (2017).

Pembicara
Aktif sebagai pembicara dalam Konferensi IX Ikatan Auditor Intern Bank di Surabaya (2017), National Anti Fraud Conference di Yogyakarta (2017) dan Fraud Management Sespibank Angkatan 67 di Jakarta (2017). Sertifikasi
Sertifikasi Qualified Internal Auditor (2017), General Banking Level 3(2015) dan Sertifikasi Manajemen Risiko. Level 4 (2012).