BRI Menembus Batas Aset Rp. 1.000 Triliun

Saturday, 11 February 2017

Jakarta – Setelah mencatatkan prestasi laba terbesar di Indonesia selama 12 tahun berturut-turut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berhasil mencatatkan prestasi baru yang cemerlang dengan menembus batas aset (konsolidasi) menjadi Rp. 1.003,6 Triliun di tahun 2016, naik 14,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp. 878,4 Triliun.

Sepanjang tahun lalu Bank BRI mampu membukukan laba bersih sebesar Rp. 25,8 Triliun, meningkat dari laba tahun 2015 sebesar Rp. 25,2 Triliun. “Bank BRI konsisten tumbuh positif dan tidak pernah mengalami penurunan.  Sehingga dapat dikatakan, tiap tahun BRI mampu tumbuh dari puncak ke puncak.  Pencapaian Laba BRI terus menempati posisi tertinggi.” ujar Direktur Utama Bank BRI Asmawi Syam pada pemaparan kinerja Bank BRI tahun 2016, di Jakarta, Selasa (31/01). Pertumbuhan laba Bank BRI tidak terlepas dari prinsip kehati-hatian yang dipegang teguh BRI.  Asmawi Syam menambahkan, “Laba BRI tetap mengalami pertumbuhan karena BRI menjaga seluruh jajaran BRI agar selalu menerapkan ‘prudential banking principles’ secara baik sehingga menghasilkan pertumbuhan kredit yang baik dengan kualitas kredit yang bagus juga”. 

Pencapaian ini juga tidak terlepas dari kinerja penyaluran kredit yang dilakukan oleh perseroan selama tahun 2016. Pada akhir Desember 2016, portofolio kredit Bank BRI (bank only) sebesar Rp. 635,3 Triliun, meningkat 13,8 persen dibanding periode yang sama tahun 2015 yang mencapai Rp. 558,4 Triliun atau lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan kredit industri per November 2016 sebesar 8,46 persen yoy.  Menurut Asmawi Syam, pertumbuhan kredit diatas rata-rata industri ini ditopang oleh kredit mikro yang memiliki proporsi 33,3 persen dari total penyaluran kredit BRI. Kredit mikro tumbuh 18,2 persen yoy, dari Rp. 178,9 Triliun di tahun 2015 menjadi Rp. 211,5 Triliun di tahun 2016. Tingginya tingkat pertumbuhan kredit mikro ini menunjukkan komitmen Bank BRI tetap fokus dan konsisten melayani UMKM. Sektor UMKM merupakan sektor strategis dan akan tetap menjadi fokus bisnis utama Bank BRI untuk ke depan. Salah satu strategi BRI untuk menggarap sektor UMKM adalah dengan mendigitalisasi UMKM, dengan tujuan “menaikkan kelas” para pelaku UMKM. Proporsi penyaluran kredit ke sektor UMKM oleh Bank BRI di akhir 2016 sebesar 72,2 persen, berbanding dengan proporsi penyaluran kredit ke korporasi sebesar 27,8 persen.

 

Komitmen Bank BRI untuk mendukung sektor UMKM juga tercermin dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sampai dengan akhir tahun 2016, Bank BRI telah menyalurkan KUR dengan total Rp. 69,4 Triliun kepada lebih kurang 3,9 juta debitur. Dengan pencapaian tersebut, Bank BRI berkontribusi 91,1 persen dari total penyaluran KUR nasional. Untuk tahun 2017, Bank BRI menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp. 71 Triliun sesuai dengan kuota dari pemerintah.

Terkait kualitas kredit, pertumbuhan kredit sepanjang tahun 2016 tetap diimbangi dengan penyaluran yang memegang prinsip kehati-hatian (prudential banking) sehingga Bank BRI mampu menjaga rasio kredit bermasalah (NPL). NPL netto BRI pada akhir Desember 2016 tercatat sebesar 1 persen, turun dari periode sama tahun 2015 sebesar 1,2 persen.  Sementara NPL gross relatif dapat dipertahankan di kisaran 2 persen. Pencapaian NPL BRI lebih kecil dibandingkan NPL industri, dimana per November 2016 NPL industri net sebesar 1,3 persen dan NPL industri gross sebesar 3,1 persen.

Sementara itu, dari sisi penghimpunan DPK, Bank BRI berhasil meningkatkan DPK sebesar Rp. 723,8 Triliun pada akhir Desember 2016 atau tumbuh 12,6 persen dibandingkan periode Desember 2015 sebesar Rp. 642,8 Triliun. Pertumbuhan DPK BRI lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan DPK industri per November 2016 sebesar 8,40 persen yoy.

Pertumbuhan DPK BRI didominasi oleh pertumbuhan CASA (tabungan dan giro) sebesar 60,6 persen dari total DPK, membaik dibandingkan CASA periode yang sama tahun 2015 sebesar 59,2 persen. Dari total DPK tersebut, Giro mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu tumbuh 24,6 persen yoy menjadi Rp. 140,8 Triliun. 

Sepanjang tahun 2016, perseroan mencatatkan total income sebesar Rp. 107,5 Triliun. Salah satu faktor penyokong pendapatan tersebut yaitu Fee Based Income yang tumbuh sebesar 26 persen yoy menjadi Rp. 9,2 Triliun dibandingkan dengan pencapaian akhir Desember 2015 sebesar Rp. 7,4 Triliun.

KURSBELIJUAL
USD13,270.0013,370.00
AUD10,455.8510,624.66
CHF13,652.9113,859.67
EUR15,805.5616,025.51
GBP17,967.4518,211.28

*Last update 9/22/2017 08.08 WIB - Untuk transaksi kurang dari eq. USD 2.500

Saham BRI 26/09/17
Last14,500
+/- %+400 (+2.84%)
High - Low15,300 - 13,800
Open - Close13,850 - 8,100
Volume36,210,800

Informasi Tambahan

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan anda hubungi BRI Call di 14017 atau 6221-57987400.

COMPLIANCE

KURSBELIJUAL
USD13,270.0013,370.00
AUD10,455.8510,624.66
CHF13,652.9113,859.67
EUR15,805.5616,025.51
GBP17,967.4518,211.28

*Last update 9/22/2017 08.08 WIB - Untuk transaksi kurang dari eq. USD 2.500

Saham BRI 26/09/17
Last14,500
+/- %+400 (+2.84%)
High - Low15,300 - 13,800
Open - Close13,850 - 8,100
Volume36,210,800

Informasi Tambahan

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan anda hubungi BRI Call di 14017 atau 6221-57987400.

PENGUMUMAN

KURSBELIJUAL
USD13,270.0013,370.00
AUD10,455.8510,624.66
CHF13,652.9113,859.67
EUR15,805.5616,025.51
GBP17,967.4518,211.28

*Last update 9/22/2017 08.08 WIB - Untuk transaksi kurang dari eq. USD 2.500

Saham BRI 26/09/17
Last14,500
+/- %+400 (+2.84%)
High - Low15,300 - 13,800
Open - Close13,850 - 8,100
Volume36,210,800
No Article Selected
KURSBELIJUAL
USD13,270.0013,370.00
AUD10,455.8510,624.66
CHF13,652.9113,859.67
EUR15,805.5616,025.51
GBP17,967.4518,211.28

*Last update 9/22/2017 08.08 WIB - Untuk transaksi kurang dari eq. USD 2.500

Saham BRI 26/09/17
Last14,500
+/- %+400 (+2.84%)
High - Low15,300 - 13,800
Open - Close13,850 - 8,100
Volume36,210,800