BRI Tidak Turunkan Target Kredit

Friday, 13 September 2013

Jakarta - Kendati BI Rate terus naik dan pertumbuhan ekonomi diperkirakan turun, BRI tetap mematok target penyaluran kredit yang tinggi, yakni sebesar 20 - 22 persen pada tahun 2013. Alasannya, lebih dari 80 persen kredit BRI disalurkan ke sektor UMKM yang memiliki daya tahan tinggi menghadapi gejolak ekonomi.

"Meskipun sedang terjadi gejolak, BRI tidak menurunkan target kredit, yakni tetap 20 - 22 persen seperti yang dicanangkan pada awal tahun. Kami optimistis itu bisa tercapai," kata Sekretaris Perusahaan BRI Muhammad Ali Jumat (13/9) di Jakarta.

Menurut Ali, penyaluran kredit tidak direm karena sejumlah UMKM yang berorientasi ekspor justru sedang menggenjot ekspornya saat ini seiring menguatnya dollar AS. 

"Mereka justru membutuhkan kredit dari bank untuk memproduksi barang-barang ekspor. Ini tentu harus difasilitasi karena ekspor yang meningkat akan mengimbangi defisit neraca pembayaran," ujar Ali.

Agar tidak memberatkan pelaku UMKM, BRI hingga kini juga belum menaikkan bunga kredit untuk sektor produktif. Menurut Ali, hal itu bisa dilakukan karena BRI melakukan beberapa langkah terobosan untuk menekan biaya dana. Bank yang mengandalkan deposito, kata Ali, sudah pasti biaya dananya akan meningkat karena bunga deposito bakal naik seiring naiknya BI Rate. Sebaliknya, biaya dana dapat dipertahankan tetap rendah jika bank banyak menghimpun dana murah yakni tabungan dan giro.

"Untuk menggenjot tabungan, kami menggencarkan promosi Untung Beliung Britama (UBB) dan Pesta Rakyat Simpedes. Kami mencoba memaksimalkan jaringan BRI yang tersebar di seluruh pelosok nusantara," urai Ali.

Ia menambahkan, BRI juga berupaya menghimpun dana milik pemerintah yang digunakan untuk transaksi dan pembayaran. Langkah lainnya adalah meningkatkan layanan transaksional seperti kartu kredit dan kartu debet. Adapun dari sisi operasional, BRI juga terus meningkatkan efisiensi di segala lini.

"Seluruh langkah-langkah itu dilakukan agar bunga kredit produktif tidak naik sehingga tidak memberatkan pelaku UMKM," jelas Ali.

Terkait kredit konsumtif seperti KPR dan KKB, BRI telah menyesuaikan suku bunganya. Itu dilakukan karena permintaan KPR dan KKB masih cukup tinggi. Penyesuaian bunga kredit juga bertujuan untuk menjaga  kualitas kredit.‎

KURSBELIJUAL
USD13,433.0013,583.00
AUD10,173.8910,377.55
CHF13,632.5613,883.34
EUR15,830.9216,109.11
GBP17,847.6518,154.25

*Last update 11/23/2017 08.12 WIB - Untuk transaksi kurang dari eq. USD 2.500

Saham BRI 23/11/17
Last3,360.00
+/- %-40.00(-1.18%)
High - Low3,350.00 - 3,400.00
Open3,350.00
Volume Avg49.70M/105.22M

Kategori

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan anda hubungi BRI Call di 14017 atau 6221-57987400.

COMPLIANCE

KURSBELIJUAL
USD13,433.0013,583.00
AUD10,173.8910,377.55
CHF13,632.5613,883.34
EUR15,830.9216,109.11
GBP17,847.6518,154.25

*Last update 11/23/2017 08.12 WIB - Untuk transaksi kurang dari eq. USD 2.500

Saham BRI 23/11/17
Last3,360.00
+/- %-40.00(-1.18%)
High - Low3,350.00 - 3,400.00
Open3,350.00
Volume Avg49.70M/105.22M

Kategori

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan anda hubungi BRI Call di 14017 atau 6221-57987400.

PENGUMUMAN

KURSBELIJUAL
USD13,433.0013,583.00
AUD10,173.8910,377.55
CHF13,632.5613,883.34
EUR15,830.9216,109.11
GBP17,847.6518,154.25

*Last update 11/23/2017 08.12 WIB - Untuk transaksi kurang dari eq. USD 2.500

Saham BRI 23/11/17
Last3,360.00
+/- %-40.00(-1.18%)
High - Low3,350.00 - 3,400.00
Open3,350.00
Volume Avg49.70M/105.22M
No Article Selected
KURSBELIJUAL
USD13,433.0013,583.00
AUD10,173.8910,377.55
CHF13,632.5613,883.34
EUR15,830.9216,109.11
GBP17,847.6518,154.25

*Last update 11/23/2017 08.12 WIB - Untuk transaksi kurang dari eq. USD 2.500

Saham BRI 23/11/17
Last3,360.00
+/- %-40.00(-1.18%)
High - Low3,350.00 - 3,400.00
Open3,350.00
Volume Avg49.70M/105.22M