Jokowi Gandeng BRI Majukan Bisnis Eks PKL Tanah Abang

Sunday, 01 September 2013

JAKARTA - Setelah merenovasi, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berencana akan mengembangkan Blok G Tanah Abang menjadi sentra Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari berbagai daerah. "Kami ingin Tanah Abang jadi sentra primernya UMKM dari seluruh Indonesia," ujar pria yang akrab disapa Jokowi ini. Jokowi mengatakan, UMKM yang berjualan di Blok G nanti antara lain pedagang muslim, handicraft, batik, garmen dan lainnya, dengan konsep Blok G sebagai pusat grosir.

Sebagaimana diketahui, Pasar Blok G Tanah Abang, Jakarta Pusat rencananya akan mulai beroperasi pada 4 September 2013 mendatang, dengan kapasitas 968 kios. Jokowi menambahkan dengan segala kemudahan yang diberikan Pemprov DKI nantinya, para PKL diharapkan tidak lagi turun ke bantaran atau badan jalan untuk berjualan, dan nantinya para PKL juga akan dijadikan pedagang formal supaya statusnya sekelas dengan pedagang lama di Blok G.

"Nantinya para konsumen bisa berwisata belanja, dengan konsep pusat grosir. Artinya dari situ bisa keluar yang namanya ekspor ke mana-mana pada segmen-segmen yang berbeda," ucap Jokowi. Upaya menjadikan blok G pasar Tanah Abang sebagai pusat grosir dan sentra UMKM ini dilakukan Jokowi sebagai bentuk pemberian kesempatan dan kenyamanan kepada pedagang UMKM. "Kan memang usaha kecil, usaha rumah tangga, usaha mikro perlu ruang pamer, showroom, perlu tempat untuk memasarkan produk, tidak hanya mal saja. Industri itu perlu cara-cara dan fasilitas seperti itu," tutur Jokowi.

Dan untuk mengembangkan Blok G Tanah Abang,  Jokowi menggandeng PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang telah berpengalaman dan  fokus pada pembiayaan UMKM. ”Kami selalu siap mendukung langka-langkah pemerintah, khususnya dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pasca relokasi dan renovasi Pasar Blok G Tanah Abang. Terlebih, BRI akan menempatkan unit kerja terkecilnya yang menyasar pasar basah yakni Teras BRI untuk mendukung perekonomian pedagang Blok G Tanah Abang dengan memfasilitasi mereka dengan berbagai produk simpanan maupun pinjaman mikro. Teras BRI diharapkan dapat memfasilitasi berbagai keperluan dari para pedagang khususnya dalam transaksi finansial,” ujar Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali hari ini di Jakarta.  

Saat ini, di Area Pasar Tanah Abang, BRI telah memiliki 1 Teras BRI yang sudah online yakni Teras BRI Pasar Tasik, dan untuk mendukung operasional Pasar Tanah Bang khususnya Blok G, BRI berencana menambah 2 lagi Teras BRI disana.

Segmen mikro memang menjadi magnet luar biasa bagi industri perbankan. Selain terbukti lebih tahan terhadap guncangan krisis yang melanda, seperti pada 1997 dan 2008, UMKM juga menjadi penyangga ekonomi rakyat.

Dari sasaran mikro tersebut, hampir dipastikan pasar-pasar tradisional menjadi salah satu akses penting dalam penyalurannya. Sehingga tidak heran dalam penyaluran kreditnya, BRI sebagai bank terbesar yang terus eksis mengelola bisnis pembiayaan ke sector mikro dan UMKM, menempatkan Teras BRI, yang merupakan kepanjangan tangan dari BRI Unit, untuk membangun dan menjaga pangsa pasar serta ikut mendukung pengembangan perekonomian pasar tradisional, terutama para pedagangnya.

Perkembangan bisnis mikro BRI juga terus memperlihatkan momentum pertumbuhan yang menggembirakan. Dalam Triwulan II-2013 ini, Kredit mikro BRI tumbuh sebesar 26.4% (nett) dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mencapai Rp 122,08 Triliun, atau meningkat sebesar Rp 25,49 Triliun. Pertumbuhan menggembirakan tersebut dibarengi dengan pemeliharaan kualitas kredit. Hal tersebut tercermin pada tingkat non performing loan (NPL) kredit mikro yang hanya sebesar 0.46% (nett). Pertumbuhan kredit mikro BRI saat ini tidak hanya menghasilkan peningkatan outstanding pinjaman. Tetapi juga melalui peningkatan jumlah nasabah. Hingga akhir Juni 2013, jumlah debitur mikro BRI mencapai 5,9 juta orang.  Sebagai catatan, kontribusi kredit mikro BRI dalam portofolio kredit BRI terus meningkat dalam 5 (lima) tahun terakhir.

Hal itu dipertegas lagi dengan kontribusi Teras BRI dan Teras BRI keliling dalam menopang kinerja Bisnis Mikro BRI. Apabila pada Q2/2012, keberadaan 1.867 buah Teras BRI dan Teras BRI Keliling telah berhasil menyalurkan pinjaman sebesar Rp 4,2 triliun sementara simpanan tercatat Rp 1,6 triliun; pada Q2/2013 pertumbuhan 489 unit Teras BRI dan Teras BRI keliling menjadi 2.356 unit, telah menopang peningkatan yang signifikan baik untuk pinjaman dan simpanan, yang tercatat Rp 8,3 triliun dan Rp 2,8 triliun.

KURSBELIJUAL
USD13,433.0013,583.00
AUD10,190.0010,392.51
CHF13,625.6413,880.51
EUR15,852.3916,130.87
GBP17,806.0518,110.74

*Last update 25/11/2017 08.00 WIB - Untuk transaksi kurang dari eq. USD 2.500

Saham BRI 25/11/17
Last3,350.00
+/- %-10.00(-0.30%)
High - Low3,340.00 - 3,360.00
Open3,360.00
Volume Avg82.72M/108.03M

Kategori

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan anda hubungi BRI Call di 14017 atau 6221-57987400.

COMPLIANCE

KURSBELIJUAL
USD13,433.0013,583.00
AUD10,190.0010,392.51
CHF13,625.6413,880.51
EUR15,852.3916,130.87
GBP17,806.0518,110.74

*Last update 25/11/2017 08.00 WIB - Untuk transaksi kurang dari eq. USD 2.500

Saham BRI 25/11/17
Last3,350.00
+/- %-10.00(-0.30%)
High - Low3,340.00 - 3,360.00
Open3,360.00
Volume Avg82.72M/108.03M

Kategori

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan anda hubungi BRI Call di 14017 atau 6221-57987400.

PENGUMUMAN

KURSBELIJUAL
USD13,433.0013,583.00
AUD10,190.0010,392.51
CHF13,625.6413,880.51
EUR15,852.3916,130.87
GBP17,806.0518,110.74

*Last update 25/11/2017 08.00 WIB - Untuk transaksi kurang dari eq. USD 2.500

Saham BRI 25/11/17
Last3,350.00
+/- %-10.00(-0.30%)
High - Low3,340.00 - 3,360.00
Open3,360.00
Volume Avg82.72M/108.03M
No Article Selected
KURSBELIJUAL
USD13,433.0013,583.00
AUD10,190.0010,392.51
CHF13,625.6413,880.51
EUR15,852.3916,130.87
GBP17,806.0518,110.74

*Last update 25/11/2017 08.00 WIB - Untuk transaksi kurang dari eq. USD 2.500

Saham BRI 25/11/17
Last3,350.00
+/- %-10.00(-0.30%)
High - Low3,340.00 - 3,360.00
Open3,360.00
Volume Avg82.72M/108.03M