Pensiunan Diminta Tunjuk Aktuaris, BRI Konsisten Jalankan UU No.13/2003

Tuesday, 19 March 2013

SURABAYA — Manajemen PT  Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memberikan perhatian khusus pada aspirasi sejumlah pensiunannya. Sebagaimana diketahui isi tuntutan para pensiunan BRI ke manajemen antara lain Permintaan Pembayaran pesangon, Perhitungan PPMP dan PPIP tanpa Pengembangan, dan Permasalahan Komponen Upah.

Menghadapi tuntutan itu, Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali mengatakan, manajemen mempersilakan pensiunan BRI menunjuk sendiri aktuarisnya. “Ini menunjukkan bahwa BRI mengedepankan prinsip kekeluargaan dan dialog dalam menyelesaikan masalah ini, “ papar Ali di Surabaya hari ini.  Ali mengatakan, BRI memberikan kesempatan kepada pensiunan untuk mencari aktuaris yang dianggap independen guna membahas hal-hal yang dipermasalahkan.

Apabila menurut aktuaris, BRI belum memenuhi hak-hak pensiunan sesuai ketentuan Undang-Undang, maka BRI akan siap memenuhi kekurangan tersebut.  Akan tetapi jika yang terjadi sebaliknya, formula dan perhitungan BRI telah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang maka permasalahan ini dianggap selesai.

Aktuaris sendiri merupakan orang yang telah memperoleh sertifikasi untuk melaksanakan kegiatan statistika bisnis  untuk menghitung mortalitas yang berkaitan resiko, premi, pencadangan, dan deviden bagi pembayaran masa depan.

Ali mengatakan, tak hanya memperhatikan kesejahteraan pekerja aktif, BRI juga mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 167 ayat 1. Dari hasil perhitungan atau perbandingan pesangon dengan manfaat pensiun (uang pensiun) terdapat 3 (tiga) kondisi hasil yang berbeda.

”Yakni, jumlah uang pensiun yang diterima lebih kecil dari pesangon (Uang pensiun < Pesangon), maka selisih kekurangannya (Kompensasi) akan dibayar oleh BRI. Kedua, jumlah uang pensiun yang diterima sama dengan pesangon (Uang pensiun = Pesangon), maka tidak ada kewajiban bagi BRI untuk membayarkan Kompensasi kepada pensiunan. Ketiga, jumlah uang pensiun yang diterima lebih besar dari pesangon (Uang pensiun > Pesangon), maka atas kelebihan tersebut tidak perlu dikembalikan oleh para pensiunan dan merupakan penghargaan perusahaan bagi para pensiunan,” papar Ali.

Menyoal penghargaan atas kontraprestasi para pensiunan, BRI sebelumnya telah melakukan analisa dan penilaian yang mendalam dan menyeluruh atas kebijakan serta pembagian manfaat pensiun yang telah diterima oleh para pensiunan saat ini.   Ali mengungkapkan, BRI  telah melakukan beberapa kali dialog untuk menemukan jalan tengah bagi permasalahan ini, terakhir dilaksanakan pada 8 Maret 2013 lalu.

Pensiunan Dapat Rp 26,1 Miliar

Dikatakannya, dari hasil penetapan perhitungan di atas, manajemen telah menetapkan dan membayarkan selisih kurang atas besaran manfaat pensiun dibanding dengan pesangon sesuai ketentuan Undang-Undang.  ”BRI telah membayarkan kepada 903 pensiunan yang berhak dari keseluruhan sebanyak 6,623 orang pensiunan yang pensiun normal mulai 25 Maret 2003 sampai dengan 31 Desember 2011 dengan realisasi dana sebesar Rp 26,1 Miliar,” imbuh Ali. Sementara 231 sisanya akan diselesaikan paling lambat Maret 2013.

Selanjutnya, untuk para pensiunan BRI selama tahun 2012 yakni sebanyak 932 orang masih dalam proses penetapan perhitungan sesuai ketentuan, dan akan diselesaikan paling lambat Semester I Tahun 2013.

BRI, pada tanggal 1 Oktober 2012 telah mengeluarkan ”Surat Keputusan Direksi BRI Nokep. 883-DIR/KPS/10/2012 tentang Penyelesaian Kewajiban Perusahaan Terhadap Pekerja yang Berakhir Hubungan Kerjanya Karena Mencapai Usia Pensiun Normal Sebagai Implementasi Dari Undang-undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan serta BRI telah menyampaikan petunjuk Pelaksanaan SK dimaksud kepada para pensiunan melalui Dana Pensiun BRI, PBPP BRI untuk diteruskan kepada Komda-Komda PP BRI dan Kantor Cabang Pembayar Pensiun, dan selanjutnya disampaikan kepada Para Pensiunan BRI.

KURSBELIJUAL
USD13,270.0013,370.00
AUD10,455.8510,624.66
CHF13,652.9113,859.67
EUR15,805.5616,025.51
GBP17,967.4518,211.28

*Last update 9/22/2017 08.08 WIB - Untuk transaksi kurang dari eq. USD 2.500

Saham BRI 26/09/17
Last14,500
+/- %+400 (+2.84%)
High - Low15,300 - 13,800
Open - Close13,850 - 8,100
Volume36,210,800

Informasi Tambahan

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan anda hubungi BRI Call di 14017 atau 6221-57987400.

COMPLIANCE

KURSBELIJUAL
USD13,270.0013,370.00
AUD10,455.8510,624.66
CHF13,652.9113,859.67
EUR15,805.5616,025.51
GBP17,967.4518,211.28

*Last update 9/22/2017 08.08 WIB - Untuk transaksi kurang dari eq. USD 2.500

Saham BRI 26/09/17
Last14,500
+/- %+400 (+2.84%)
High - Low15,300 - 13,800
Open - Close13,850 - 8,100
Volume36,210,800

Informasi Tambahan

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan anda hubungi BRI Call di 14017 atau 6221-57987400.

PENGUMUMAN

KURSBELIJUAL
USD13,270.0013,370.00
AUD10,455.8510,624.66
CHF13,652.9113,859.67
EUR15,805.5616,025.51
GBP17,967.4518,211.28

*Last update 9/22/2017 08.08 WIB - Untuk transaksi kurang dari eq. USD 2.500

Saham BRI 26/09/17
Last14,500
+/- %+400 (+2.84%)
High - Low15,300 - 13,800
Open - Close13,850 - 8,100
Volume36,210,800
No Article Selected
KURSBELIJUAL
USD13,270.0013,370.00
AUD10,455.8510,624.66
CHF13,652.9113,859.67
EUR15,805.5616,025.51
GBP17,967.4518,211.28

*Last update 9/22/2017 08.08 WIB - Untuk transaksi kurang dari eq. USD 2.500

Saham BRI 26/09/17
Last14,500
+/- %+400 (+2.84%)
High - Low15,300 - 13,800
Open - Close13,850 - 8,100
Volume36,210,800